DracOS Linux merupakan sistem operasi linux yang bersifat opensource, yang di bangun berdasarkan Linux From The Scratch. Dracos linux di bawah perlindungan GNU General Public License v3.0. Sistem operasi ini merupakan salah satu distro linux, yang digunakan untuk melakukan pengujian security (penetration testing).
Dracos linux di bekali oleh ratusan tools pentest, forensics dan reverse engineering. DracOs ini tidak menggunakan tool - tool berbasis GUI dan hanya memilki perangkat lunak yang menggunakan CLI (command line interface) untuk melakukan operasinya. DracOs linux sangat menghormati dasar - dasar ethical hacking dan lahir dari berbagai kontribusi komunitas penggiat security di Indonesia.
Apa perbedaan DracOS dengan Distro Linux Pentesting lain?
DracOS menggunakan CLI dan Openbox sebagai interface default, berbeda dengan distribusi pentesting lainnya yang mempunyai tampilan yang cantik sehingga akan memakan ram yang besar.
DracOS dibangun dari LFS, beda dengan yang lainnya, rata-rata dibangun dari sebuah distribusi linux yang sudah ada.
1. Klik dua kali pada komputer virtual ubuntu untuk menghidupkan komputer tersebut.
2. Pada tampilan berikut pastikan pilihan pada menu Install dan tekan Enter.
3. Pada window pemilihan bahasa, pilihlah bahasa Indonesia. Lanjutkan dengan menekan keyboard Enter.
4. Pada pemilihan lokasi pastikan lokasinya adalah Indonesia, kemudian teken Enter.
Gunakan keyboard panah atas-bawah untuk memilih lokasi.
5. Pada pengaturan keyboard pastikan pilihan pada Inggris Amerika dan tekan keyboard
Enter.
6. Pada tampilan pengaturan jaringan ini tekan Enter.
7. Demi menjamin kelancaran proses instalasi, untuk sementara konfigurasi jaringan akan diabaikan. Pilih opsi Jangan mengatur jaringan saat ini. Kemudian tekan Enter.
8. Pada window penentuan nama host berilah nama sesuai keinginan masing-masing, misalnya: idebian, kemudian tekan Enter.
9. Selanjutnya, isilah password user root, yang nanti akan digunakan untuk mengakses sistem Debian. Tekan Enter untuk melanjutkan.
10. Pada tampilan berikut sistem akan meminta nama lengkap user, username dan password yang akan digunakan untuk menggunakan sistem ini.
11. Berikutnya pada penentuan waktu, pilih sesuai daerah yang didiami saat ini.
12. Berikutnya akan disuguhi tampilan untuk menentukan skema partisi harddisk. Skema yang akan digunakan adalah.
o Partisi / (primer) dengan kapasitas 6 GB dari 8 GB harddisk yang disediakan.
o Partisi /home (logikal) dengan kapasitas 1 GB.
o Partisi swap (logikal) dengan kapasitas 1 GB. Untuk membuat skema diatas pilihlah metode Manual.
- Selanjutnya, pilihlah hard disk yang terdeteksi, dalam hal ini adalah VBOX HARDDISK,
- kemudian tekan Enter atau klik tombol Lanjutkan.
- Setelah itu, pada konfirmasi pembuatan tabel partisi pilih Ya.
- Lanjut lagi, untuk membuat partisi baru pilih RUANG KOSONG, dan tekan Lanjutkan atau Enter.
- Berikutnya pilih Buat partisi baru.
- Gantilah nilai 8.6 GB menjadi 6.6 GB.
- Pada penentuan Jenis partisi pilih Primer.
- Sedangkan untuk lokasi pilihlah Awal.
- Pada tampilan konfirmasi pilihlah Selesai menyusun partisi dan klik tombol Lanjutkan.
- Berikutnya pilih kembali RUANG KOSONG > Buat partisi baru > pada tampilan penentuan partisi nyatakan ukurannya sebesar 1 GB.
- Pada bagian jenis pastikan pilihannya Logikal dan lokasinya di Awal. Kemudian pada tampilan susunan partisi pastikan Titik kait-nya adalah /home.
- Terakhir untuk membuat partisi swap, pilih kembali RUANG KOSONG > Buat partisi baru sehingga muncul tampilan penentuan ukuran partisi. Pastikan besarnya minimal sama besar dengan besarnya RAM yang digunakan di komputer virtual ini.
- Pada bagian jenis partisi pilihlah Logikal dan tekan Enter. Berikutnya pilih menu
Gunakan sebagai: dan tekan Enter.
- Pada daftar sistem file yang ada pilih ruang swap kemudian tekan Enter.
- Pada tampilan berikutnya pilih Selesai menyusun partisi dan tekan Enter.
pilih menu Selesai mempartisi dan tulis perubahan-perubahannya ke hard disk dan tekan tombol Lanjutkan. Pilih Ya dan tekan Enter dari window konfirmasi yang tampil.
13. Pilih Tidak untuk pemindaian CD/DVD lainnya dan penggunaan mirror pada jaringan.
14. Apabila ingin berpartisipasi pada kontes popularitas aplikasi Debian pilih Ya pada window yang muncul.
15. Pada pemilihan aplikasi yang terinstall biarkan dalam kondisi bawaannya dan tekan Enter. Pemilihan aplikasi lainnya dapat dengan menggunakan tombol panah atas bawah dan spasi untuk memilih.
16. Pada konfigurasi pemasangan boot loader pilih Ya dan tekan Enter.
17. selesai instalasi debian
Instalasi Debian Mode Teks pada Komputer Virtual Yang Dapat Kamu Coba Dengan Mudah !
Posted by Catatan TKJ on Kamis, 09 Maret 2017
Suatu sistem yang mengatur semua fungsi dalam sebuah jaringan .
Sistem operasi jaringan memiliki kakrakteristik sebagai berikut:
- Mendukung penggunaan oleh lebih dari satu user
- Menjalankan aplikasi yang mampu digunakan oleh lebih dari satu user
- Stabil (robust), dimana kecil kemungkinan untuk terdapat error pada program.
Robustness adalah istilah untuk menunjukkan kemampuan suatu sistem komputer menangani masalah yang terjadi selama digunakan oleh user.
- Memiliki tingkat keamanan data yang lebih tinggi dari sistem operasi desktop.
sistem opetasi jaringan
Sistem operasi jaringan yang banyak digunakan saat ini :
-UNIX/Linux
ini merupakan sistem operasi yang paling banyak digunakan sebagai server saat ini, contoh sistem operasi jaringan dengan linux diantaranya adalah Red Hat, Caldera, SuSE, Debian, Fedora, Ubuntu dan Slackware.
-Novell Netware, di tahun 1980-an
ini merupakan sistem operasi pertama yang memenuhi semua persyaratan untuk membangun sebuah jaringan komputer lokal.
-Microsoft Windows
masih dari perusahaan yang sama, Microsoft juga mengeluarkan Windows Server sebagai sistem operasi jaringannya, mulai dari versi awalnya adalah Windows Server 2000, hingga yang terakhir Windows Server 2012.
Jenis jenis Sistem Operasi :
1 .Sistem Operasi Close Source (Proprietari) Sistem operasi proprietari merupakan sistem operasi yang dikembangkan secara internal oleh seseorang, perkumpulan ataupun perusahaan. Sistem operasi yang tergolong proprietari ini adalah Windows dan Mac Os.
2.Sistem Operasi Open Source (Terbuka) Sistem Operasi Terbuka merupakan sistem operasi yang kode programnya dibuka untuk umum sehingga dapat dikembangkan oleh yang lainnya. Sistem operasi yang termasuk terbuka adalah UNIX, Linux dan turunannya. Linux sendiri memiliki banyak varian, seperti Debian, Slackware, Redhat dan SuSE. Varian ini lebih dikenal dengan nama distro.
Di awal pengembangan sistem operasi hanya ada beberapa saja. Namun, saat ini telah ada sangat banyak yang beredar. Berikut ini ditampilkan grafik perkembangan sistem operasi UNIX beserta turunannya dari tahun ke tahun.
Dan dapat diketahui bahwa dua sistem operasi populer saat ini, yakni Linux dan Mac Os merupakan turunan dari sistem operasi UNIX. Sampai saat ini sistem operasi UNIX tetap terus berkembang menelurkan generasi-generasi baru berikutnya.
Karakteristik dan jenis-jenis sistem operasi, calon hacker harus tau!!
Posted by Catatan TKJ on Rabu, 08 Maret 2017
PENGERTIAN FUNGSI DAN JENIS SISTEM OPERASI
Baca juga : Perkembangan media penyimpanan yang wajib kamu ketahui!!!
SISTEM OPERASI
Sistem operasi merupakan sebuah program yang mengendalikan semua fungsi yang ada pada komputer. Sistem operasi menjadi basis landasan pengembangan aplikasi untuk user.
Secara umum semua sistem operasi memiliki empat fungsi berikut :
-Pengendalian akses terhadap berbagai perangkat keras yang terhubung ke komputer (Manajemen perangkat keras) :
disediakan oleh sistem operasi melalui suatu aplikasi yang dikenal dengan istilah driver. Setiap driver dibuat untuk mengendalikan satu perangkat keras. Instalasi aplikasi driver ini dilakukan sendiri sistem operasi pada saat instalasi ataupun waktu perangkat keras dihubungkan ke komputer. Mekanisme instalasi secara otomatis saat perangkat dihubungkan ini dikenal dengan istilah Plug and Play (PnP).
-Pengelolaan file dan folder (Manajemen file dan folder)
Hal ini dimungkinkan oleh sistem operasi karena pada saat instalasi sistem operasi ada proses format untuk harddisk. Melalui proses tersebut ruang harddisk akan ditata sedemikian rupa sehingga memiliki blok-blok tertentu untuk menyimpan file. Proses ini mirip seperti penempatan rak-rak pada ruangan kosong untuk diisi buku-buku nantinya. Sebuah file adalah kumpulan blok yang saling terkait dan memiliki sebuah nama. Folder merupakan sebuah penampung yang dapat berisi file-file ataupun sub-folder lainnya. Setiap file-file yang terkait dengan program komputer ditempatkan dalam folder tersendiri untuk memudahkan pencarian file
-Penyediaan user interface sebagai jembatan antar user dengan perangkat keras komputer (Manajemen interaksi user)
User dapat menggunakan komputer melalui aplikasi yang ada (terinstall) di komputer. Setiap aplikasi menyediakan interface untuk menerima interaksi yang mungkin dari user.
Terdapat dua jenis interface yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan user, yakni:
1. Command Line Interface (CLI)
Interaksi user dengan sistem dilakukan dengan mengetikan serangkaian kalimat perintah untuk dikerjakan oleh komputer
2. Graphical User Interface (GUI)
Disini interaksi user dilakukan melalui sekumpulan menu dan icon yang dapat dipilih oleh user untuk memberikan berbagai perintah ke komputer
-Pengelolaan aplikasi user (Manajemen aplikasi)
Setiap aplikasi yang dijalankan oleh sistem operasi dengan mencari lokasi file program tersebut dan meindahkan isinya ke memori untuk kemudian mengirimkan setiap perintah
pada file tersebut untuk dijalankan oleh komputer. Aplikasi user disini merupakan aplikasi yang digunakan oleh user untuk menyelesaikan suatu tujuan tertentu.
Fungsi manajemen pada aplikasi user ini dapat meliputi:
-Install, proses menempatkan file-file program pada sistem komputer termasuk konfigurasi program tersebut.
-Uninstall, proses untuk menghapus file-file program beserta konfigurasi dari komputer.
-Update/Upgrade, proses untuk memperbarui file-file dari program yang telah terinstall
KemampuanSistem Operasi :
-Multi-user
dua atau lebih user dapat bekerja sama untuk saling berbagi pakai penggunaan aplikasi dan sumber daya seperti printer pada waktu yang bersamaan.
-Multi-tasking
sistem operasi dapat menjalankan lebih dari satu aplikasi user.
-Multi-processing
sistem operasi dapat menggunakan lebih dari satu CPU (Central Processing Unit).
-Multi-threading
setiap program dapat dipecah ke dalam thread-thread untuk kemudian dapat dijalankan secara terpisah (pararel) oleh sistem operasi. Kemampuan ini juga termasuk bagian dari multitasking pada aplikasi.
Jenis jenis Sistem Operasi :
- 32 bit
Sistem operasi 32-bit hanya mampu menerima RAM maksimal 4 GB ,Windows, Ubuntu dan OpenSuSE merupakan beberapa contoh sistem operasi yang mendukung arsitektur 32-bit.
- 64 bit
sistem operasi 64-bit mampu menggunakan lebih dari 128 GB RAM.
Manajemen memori dari sistem 64-bit juga lebih baik, sehingga mampu menjalankan proses pada aplikasi lebih cepat.





